Jumat, 09 Juli 2010

MUTIARA DARI LANGIT

Jutaan berjatuhan
Berbutir-butir dan kadang bak tirai
Diawali mendung
Di lain waktu senyuman matahari mengiringinya
Guliranmu
Merekahkan bunga
Menceriakan kodok dan keluarganya
Dan rumputpun bergembira ria

Momentummu menghentak
Kesejukkan mengikutimu
Bau tanah yang harum menguar
Menyentuh kalbu insan
Menyingkirkan rasa risau
Menghapus resah
Menghilangkan gundah
Kala berada di dalam rumah
Hangat, tentram, dan pasrah

Kala dirimu jatuh berbareng
Dan kuberjalan sendirian
Di tengah lebat butirmu
Di atas liuk jalan yang berliku
Naik turun jalan bak ular naga
Saat tumpahan bak dituang
Gelegar guntur mengiringi
Gelegak cairmu menggetarkan kalbu
Meleleh dan mengalir
Muncul dari sela-sela rerumputan
Berbondong-bondong
Berduyun-duyun
Mengingatkan kesendirianku
Tak akan ada kata menolak
Tak bisa kuberlari
Seakanku kuharus ikhlas menyambutmu
Kegundahan melanda
Keciutan mencekam
Kuingat penciptamu
DIA-lah yang menuangmu dari langit
DIA-lah pemilikmu
Kumohon perlindunganNYA

Butir-butir mutiara itu
Tetap akan selalu tertuang
Tertumpah dari langit
Ke permukaan tanah coklat
Di planet hijau biru indah

Sebagai rahmat
Sebagai pengingat
Bahwa...
DIA-lah pemilikmu

Bontang, Manik Priandani, (Dinginnya malam ini) 10 Juli 2010

Tidak ada komentar: