Manik Priandani
Barisan kalimat-kalimat itu menghentakku
Kuulang tapis setiap bait itu
Gelombang ragu tak juga menjauh
Mata ini mengajak untuk lebih menyimak
Menyisir kata demi kata dengan hati berdebar
Belalak mata semakin nanar
Butiran bening merebak di pelupuk mata
Siap bergulir seiring sesaknya dada
Sebongkah ganjalan terasa mendesak
Nafaspun tercekat tak tertahankan
Tergugu aku di kesendirian malam
Mencerna setiap untaian kata
Mengurai kedalaman makna
Tetap aku berusaha tak percaya
Namun...
Kini...
Barisan kalimat itu selalu membelengguku
Bontang, Manik Priandani, 11 Nopember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar